ARTICLE AD BOX
carpet-cleaning-kingston.co.uk, Sleman - Pelatih PSBS Biak, Divaldo Alves, mengaku jengkel dengan kepemimpinan wasit saat timnya tumbang 1-2 dari melawan Persik Kediri pada pekan keempat BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan berjalan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (29/8/2025) sore WIB. Gol PSBS dicetak Andre Oktaviansyah (69'). Sementara Persik unggul via Irkham Zahrul Mila (67') dan Jose Rodriguez (87').
Juru latih asal Portugal itu merasa dirugikan lantaran banyak keputusan wasit nan dianggap berat sebelah. Hal itu diutarakan Divaldo Alves saat sesi konvensi pers selepas pertandingan.
"Ada beberapa perincian nan terjadi dalam lapangan. nan semua lihat kan. Saya tidak mau salah ini, salah ini, salah pemain. Tapi sudah beberapa pertandingan. Dari pertandingan pertama sampai sekarang," keluhnya.
"Kalau ada apa, di tim lain, cek VAR. Kalau musuh kita, tidak cek VAR. Kita mau sampai mana ini? Saya tidak paham. I don't understand. Kita selalu mau attack, mau apa, prit, prit, prit. Susah."
"Saya tidak pernah dalam pekerjaan saya, saya tidak pernah komentar wasit. Saya tidak pernah komen wasit, sama sekali. Tapi hari ini memang sudah cukup ya. Saya minta nan tanggung, tolong. Sudah cukup," pinta Divaldo.
Yuk gabung channel whatsapp carpet-cleaning-kingston.co.uk untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Main Spartan
Terlepas dari keputusan wasit, Divaldo Alves memandang pertandingan melangkah seimbang. Menurutnya kedua tim tidak bermain istimewa. Hanya saja, hasil akhir berpihak kepada tim tamu.
"Dua tim memang sangat separtan hari ini. Pertandingan hari ini 50-50. Tidak ada nan main lebih spesial alias lebih cantik. Tidak ada," kata Divaldo Alves.
"Dua tim fight perjurit hari ini. Warrior hari ini nan saya lihat," lanjut mantan pembimbing Persik Kediri tersebut.
Hasil minor ini menjadi kekalahan ketiga PSBS di Super League. Tim berjulukan Badai Pasifik itu belum bisa mencatatkan kemenangan dari empat laga terakhir. Adapun satu partai lainnya berhujung seri.
Ungkap Kondisi Kiper
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331182/original/050989900_1756387328-1000204770.jpg)
Kiper PSBS, Dimas Galih mengalami cedera dan kudu terkapar setelah berbenturan dengan striker Persik Jose Enrique pada menit ke-87. Galih sempat mendapatkan perawatan medis di lapangan.
Lalu tak berselang lama, penjaga gawang berumur 32 itu ditandu menuju ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Lantas, gimana kondisinya?
"Untuk Dimas masuk ke rumah sakit, kita dari sini pray for him. Kita kasih energi-energi positif agar dia bisa recovery cepat," beber Divaldo Alves.
"Saya tidak bisa jelasin (kondisi). Saya tanya pemain nan dekat-dekat situ. Sepertinya ada shock nan di sini dan shoulder loss seperti itu. Tapi, itu nan kita lihat. nan tahu hasil betul-betul dokter," sebutnya.
Kembali Lebih Kuat
Hal senada disampaikan penjaga gawang PSBS, Andika Wisnu. Kiper berumur 28 tahun tersebut cukup menyayangkan situasi nan terjadi di lapangan.
"Mungkin dari saya, untuk pertandingan tadi, semua bisa melihatnya. Bagaimana wasit seperti itu, mungkin dari saya sedikit saja. Tim ini, tim kuat. Kita bakal kembali lebih kuat lagi," ujar Andika Wisnu.
Sekarang, Tim Badai Pasifik tetap tertahan di ranking ke-17 klasemen sementara BRI Super League. Ilham Udin Armaiyn dkk. mengumpulkan satu poin.