Wall Street Cetak Rekor Baru, Nvidia Di Atas Panggung

Sedang Trending 2 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, carpet-cleaning-kingston.co.uk — Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan Kamis (28/8) waktu setempat alias Jumat (29/8) pagi waktu Indonesia. Indeks S&P 500 kembali mencetak rekor usai penanammodal mencermati laporan finansial Nvidia nan menjadi sorotan utama pasar.

S&P 500 naik 0,32% ke posisi 6.501,86, setelah sempat menyentuh rekor intraday baru di atas 6.500. Nasdaq Composite juga ditutup menguat 0,53% ke 21.705,16. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 71,67 poin alias 0,16% ke 45.636,90, nan sekaligus menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.

Nvidia, nan mempunyai berat sekitar 8% di S&P 500, melaporkan keahlian kuartal II di atas ekspektasi dengan lonjakan pendapatan 56%. Namun, pendapatan dari upaya info center tercatat sedikit di bawah perkiraan, sementara proyeksi kuartal melangkah dipatok US$54 miliar, hanya sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis LSEG sebesar US$53,1 miliar.

Meski sempat melonjak di awal sesi, saham Nvidia justru berbalik melemah 0,8% di penutupan. Investor mencatat proyeksi perusahaan belum memasukkan potensi penjualan chip H20 ke China. Jika kesepakatan dengan China dan pemerintahan Presiden Donald Trump melangkah mulus, pendapatan kuartal ini berpotensi melampaui proyeksi.

"Mereka tidak memasukkan China dalam panduan, padahal sebagian penanammodal berambisi ada kontribusi penjualan ke sana, alias setidaknya indikasi nan lebih tegas," ujar Ben Reitzes, Kepala Riset Teknologi Melius Research kepada CNBC International.

Kendati demikian, sejumlah analis menilai prospek Nvidia tetap solid. JPMorgan, Citi, dan Bernstein apalagi meningkatkan sasaran nilai saham perusahaan. Saham produsen chip lain pun ikut terangkat, dengan Broadcom menguat 2,8% dan Micron Technology melonjak 3,6%.

Euforia AI semakin terlihat ketika saham Snowflake terbang 20% setelah keahlian kuartal II melampaui ekspektasi pasar.

Selain dari sektor teknologi, sentimen positif juga datang dari info ekonomi. Departemen Perdagangan AS melaporkan PDB kuartal II tumbuh 3,3% (annualized), lebih tinggi dari perkiraan awal 3,0% dan proyeksi Dow Jones sebesar 3,1%.

Investor juga tampak mengabaikan kegaduhan politik mengenai independensi The Fed, usai Presiden Donald Trump memecat personil Dewan Gubernur, Lisa Cook. Cook telah menggugat langkah tersebut dan sidang dijadwalkan pada Jumat.

Kini, konsentrasi pasar tertuju pada rilis info inflasi AS. Ekonom nan disurvei Dow Jones memperkirakan indeks nilai PCE Juli bakal naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan.


(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Next Article Wall Street Kebakaran, Tarif Trump Bikin Investor Cemas