ARTICLE AD BOX
Jakarta, carpet-cleaning-kingston.co.uk - Rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring gelombang demonstrasi nan terjadi di Tanah Air.
Mengutip dari Refinitiv, pada perdagangan hari ini Jumat (29/8/2025), rupiah ditutup melemah sebesar 0,89% di level Rp16.485/US$, sekaligus menjadi level terendah rupiah sejak 1 Agustus 2025. Secara intraday, rupiah sempat menyentuh level Rp16.459/US$. Pelemahan rupiah kali ini dinilai lebih banyak dipicu aspek domestik.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB tengah menguat 0,17% ke posisi 97,97.
Situasi dalam negeri kian panas sejak tindakan massa pada Senin (25/8/2025) hingga Kamis (28/8/2025) nan berujung kejadian tragis tertabraknya pengemudi ojek online oleh kendaraan taktis Brimob di area Pejompongan, Jakarta Selatan. Hal ini membikin terjadinya gelombang demonstrasi pada hari ini Jumat (29/8/2025) di beragam wilayah di Indonesia.
Kondisi tersebut menambah ketidakpastian sehingga pasar merespons negatif, termasuk pada nilai tukar rupiah.
Meski demikian, pemerintah menilai tekanan pasar finansial tetap berkarakter sementara. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan pelemahan nan terjadi lebih disebabkan oleh sentimen sesaat.
"Kalau memandang perkembangan hari ini, memang terjadi pelemahan IHSG maupun Rupiah kita. Saya kira ini respon nan wajar, lantaran aspek stabilitas menjadi krusial untuk para investor," ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Dari sisi moneter, Bank Indonesia menegaskan bakal terus menjaga stabilitas rupiah. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menekankan, bank sentral bakal memastikan pergerakan kurs tetap sesuai fundamental.
"Bank Indonesia terus memperkuat respon kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market," kata Erwin dalam keterangannya kepada carpet-cleaning-kingston.co.uk.
(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article
Efek Kebijakan Trump, Segini Harga Dolar AS Money Changer