Rupiah Langsung Tertekan Usai Demo Panas, Dolartembus Rp 16.360

Sedang Trending 2 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, carpet-cleaning-kingston.co.uk - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini.

Melansir dari Refinitiv, pada Jumat (29/8/2025) mata duit Garuda dibuka terdepresiasi 0,20% di posisi Rp 16.360/US$, setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat tipis 0,09% di level Rp16.340/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat XX% ke level 98,XX. Namun pada perdagangan kemarin Kamis (28/8/2025), DXY ditutup koreksi 0,43% di level 97,81.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini Jumat (29/8/2025), mendapatkan dorongan positif dari pelemahan indeks dolar AS.

Indeks dolar tertekan setelah Presiden The Fed New York, John Williams, memberi sinyal kemungkinan penurunan suku kembang pada pertemuan FOMC 16-17 September. Saat ini, pasar apalagi sudah memperkirakan kesempatan pemangkasan sebesar 25 pedoman poin mencapai 85% menurut CME FedWatch Tool.

Selain itu, tekanan terhadap dolar semakin besar akibat langkah Presiden Donald Trump nan mencoba memecat Gubernur The Fed Lisa Cook. Upaya ini menimbulkan kekhawatiran mengenai independensi bank sentral, nan dapat memicu penanammodal asing mengurangi eksposur pada aset dolar dan beranjak ke mata duit lain termasuk negara berkembang seperti Indonesia.

Walaupun info ekonomi AS menunjukkan perbaikan, seperti revisi kenaikan PDB kuartal II dan penurunan klaim pengangguran, dolar tetap melemah terhadap kebanyakan mata duit utama.

Namun dari dalam negeri pasar dibayangi ketidakpastian akibat tindakan unjuk rasa ribuan pekerja di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025). Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyebut ada enam tuntutan utama, termasuk penghapusan sistem outsourcing dan penolakan kebijakan bayaran murah.

Aksi tersebut berhujung ricuh dan baru mereda pada Kamis malam. Peristiwa tragis turut mewarnai demonstrasi, di mana seorang mitra driver Gojek, Affan Kurniawan, meninggal bumi setelah tertabrak mobil taktis Brimob di area Pejompongan.

Direktur Public Affairs & Communications GOTO memastikan bahwa korban merupakan mitra driver Gojek.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam serta simpati tulus kepada family nan ditinggalkan, juga kepada rekan-rekan Mitra Driver lainnya nan turut merasakan kehilangan ini," ujar manajemen GOTO dalam siaran pers, Jumat (29/8/2025).


(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Masih Tak Bertenaga, Dolar AS Naik ke Rp16.485