Pss Sleman Berbagi Homebase Dengan Klub Lain, Leonard Tupamahu: Yang Penting Kualitas Rumput Diperhatikan!

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

carpet-cleaning-kingston.co.uk, Sleman - Manajer PSS Sleman, Leonard Tupamahu, angkat bicara soal timnya nan kudu berbagi kandang dengan klub lain untuk kejuaraan semusim ke depan.

Markas PSS, Stadion Maguwoharjo bakal dipakai PSBS Biak sebagai homebase di BRI Super League 2025/2026. Selain itu, PSIM Yogyakarta juga berkeinginan menggunakan stadion tersebut, namun sampai saat ini mereka belum mendapatkan izin.

"Itu saya serahkan semua kepada pengelola. Kita kan bukan kayak Bali United nan mengelola stadion. Tapi saya berambisi kepada pengelola stadion bisa menjaga kualitas lapangan," ujar Leonard kepada carpet-cleaning-kingston.co.uk, Rabu (6/8/2025).

"Harapannya kualitas rumput bisa tetap terjaga. Kalau dari saya ya agar kualitas permainan juga tetap terjaga. Kalau lapangannya bagus, rapi, cakep, permainan pasti juga terlihat enak," sambungnya.

Yuk gabung channel whatsapp carpet-cleaning-kingston.co.uk untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bisa Memengaruhi Permainan

Menurut Leonard Tupamahu aspek seperti kualitas lapangan tidak boleh diabaikan. Sebab, jika kondisi lapangan jelek tentu bakal memengaruhi kualitas permainan. Para pemain tidak bisa bermain optimal.

"Apalagi mungkin juga coach Pieter Huistra kan senang dengan main bola-bola bawah. Bola-bola pendek-pendek gitu. Jadi ya memang perlu lapangan nan menunjang juga untuk taktiknya dia," kata Leo.

"Dengan banyak tim nan pakai ya kita berambisi lapangan tetap dalam kondisi nan baik. Itu kan kita serahkan semua kepada pengelola," lanjut mantan bek PSS tersebut.

Berjalan Lancar dan Damai

Satu perihal nan pasti, Leonard Tupamahu menginginkan kejuaraan musim baru ini melangkah lancar dan damai. Terutama pertandingan nan berjalan di Kota Gudeg, apalagi jika nantinya PSIM juga ikut memakai stadion tersebut.

Meskipun mendaftarkan Stadion Sultan Agung Bantul sebagai markas, PSIM tidak menutup kemungkinan untuk tetap melakukan asesmen di Stadion Maguwoharjo sembari menunggu pengarahan dari Pemkab Sleman.

"Harapannya pasti mau nan damai-damai saja lantaran saya juga tahu di sini rivalitasnya seperti apa. Di Jogja kita berambisi nan baik dan damai. Saya enggak tahu kelak bakal seperti apa. Istilahnya ini masalah perizinannya kita juga sampai saat ini enggak tahu," ucap Leo.

"Tapi saya minta semoga itu jadi perhatian juga. Entah dari pengelola, dari pemerintah daerah, dari pemerintah Jogja sendiri. Ya untuk memandang ini gitu, memperhatikan ini."

"Jangan sampai ada hal-hal nan tidak menyenangkan. Malah nantinya bisa memengaruhi sepak bola di Jogja, khususnya gitu. Semoga semuanya dalam keadaan baik saja, kondusif dan damai," minta laki-laki berumur 42 tahun itu.

Siap Menatap Musim Baru

Sementara di sisi lain, PSS sekarang terus memantapkan persiapan jelang berkompetensi di Pegadaian Championship 2025/2026 alias nan sebelumnya kita kenal dengan Liga 2.

Skuad berjulukan Super Elang Jawa itu menjalani beragam program latihan dibawah kendali pembimbing Ansyari Lubis dan Direktur Teknik Pieter Huistra. PSS sudah berlatih sejak 7 Juli lalu.

Tim kebanggaan penduduk Sleman itu sekarang telah mendatangkan 11 pemain. Mereka adalah Ichsan Pratama, Irvan Mofu, Junior Haqi, M. Fahri, Iman Fathurahman, Terens Puhiri, Salman Alfarid, Jajang Mulyana, Nuri Fasya, Frederic Injai, dan Riko Simanjuntak.

Adapun beberapa wajah lama nan mendapat perpanjangan perjanjian antara lain Kim Jeffrey Kurniawan, Kevin Gomes, Fachruddin Aryanto, Cleberson Souza, Ifan Nanda, Ega Rizky Pramana, serta Dominikus Dion.

Selain itu, PSS juga mempertahankan delapan pemain muda seperti Achmad Zidan Arrosyid, Alfian Pradana, Bima Zawawi, Fadel Ahmad Arrafi, Farrel Luckyta Widodo, Fidelis Davin Daniswara, Safaat Romadhona, hingga Rezin Diop Wamu.