Merger Batal, Nobu Dan Kpig Kembali Tukar Guling Saham

Sedang Trending 2 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, carpet-cleaning-kingston.co.uk - Pemegang saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) resmi melepas kepemilikan saham nan sebelumnya sempat dikoleksi dalam tindakan tukar guling saham jelang berita merger nan sempat berdesir kencang tahun lalu.

PT Prima Cakrawala Sentosa (PCS) diketahui menambah kepemilikan saham atas PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) sebanyak 747,7 juta lembar saham alias menambah 10% kepemilikan dari semula.

PCS menambah porsi kepemilikan dari 10,87% menjadi 20,87% dengan rata-rata beli di nilai Rp749,08 per saham

Menariknya, jumlah transaksi tersebut sama seperti ketika PCS menjual saham NOBU miliknya kepada PT MNC Land Tbk (KPIG) dan menjadikan KPIG menjadi penanammodal NOBU pada Mei 2024 silam.

Saat itu, KPIG membeli kepemilikan saham PCS di NOBU. Transaksi tahun lampau tersebut membikin kepemilikan PCS di NOBU terdegradasi dari 20,66% menjadi 10,66%.

Kala itu, PCS pun membeli saham PT Bank MNC Internasional (BABP) nan dimiliki oleh KPIG sebanyak 10%. Hal ini membikin kepemilikan KPIG terhadap saham BABP turun dari 16,82% menjadi 6,82%.

Menariknya, berasas info KSEI per 26 Agustus 2025, saham BPAB kembali dibeli oleh entitas MNC Group sebanyak 10% , namun oleh PT MNC Capital Tbk (BCAP) sejumlah 4,45 miliar alias sama dengan saat PCS membeli saham BPAB dari KPIG pada Mei 2024 silam.

Tukar Guling Saham dan Isu Merger

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan pada awal tahun 2023, BABP dan NOBU masuk dalam perusahaan nan kudu melakukan merger demi meningkatkan modal lantaran belum memenuhi ketentuan modal inti Rp3 triliun.

Pada April 2023, Bank MNC mengumumkan modal inti telah mencapai Rp 3,3 triliun. Perusahaan menerima tambahan modal berupa tanah dan gedung (inbreng) sebesar Rp 801 miliar. Sementara itu, Bank Nobu telah merilis laporan publikasi finansial kuartal I-2023. Modal inti bank milik grup Lippo ini tercatat Rp 3 triliun.

Meskipun begitu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae pada saat itu menyatakan bahwa rencana merger kedua bank tersebut bukan lagi mengenai pemenuhan modal inti. Melainkan untuk memperkuat upaya bank.

Setahun kemudian, kedua bank itu sempat melakukan tindakan "tukar guling" kepemilikan saham. Berdasarkan info KSEI per 8 Mei 2024, sebanyak entitas upaya Grup MNC, PT MNC Land Tbk. (KPIG) tercatat melepas sebanyak 4,44 miliar saham BABP alias sebesar 6,82%.

Saham nan dilepas itu beranjak ke entitas upaya Grup Lippo, PT Prima Cakrawala Sentosa, menjadi kepemilikan saham BABP perdananya. Sementara itu, Prima Cakrawala Sentosa melepas 747,84 juta NOBU alias sebesar 10%. Saham nan dilepas itu beranjak ke KPIG.

Lalu pada Selasa (1/7/2025), NOBU mengumumkan telah diakuisisi oleh Hanwha Life Insurance Co. Ltd. Sebanyak 2,9 miliar saham NOBU alias 40% telah beranjak tangan kepada konglomerasi perusahaan Korea Selatan tersebut.

Hanwha mengambil alih saham NOBU dari family Riady dan perusahaan nan terafiliasi dengan Grup Lippo, ialah PT Putera Mulia Indonesia, PT Prima Cakrawala Sentosa, PT Star Pasific Tbk, PT Inti Anugerah Pratama, PT Ciptadana Capital, PT Lenox Pasifik Investama Tbk, serta PT Multipolar Tbk.


(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

Next Article Sri Mulyani Mau Revisi Pajak Merger & Akuisisi, Bos Bursa Bilang Gini