ARTICLE AD BOX
carpet-cleaning-kingston.co.uk
Kamis, 07 Agu 2025 17:32 WIB

Jakarta, carpet-cleaning-kingston.co.uk --
Kubu selebgram Lisa Mariana berambisi tes DNA yang telah dilakukan di Bareskrim Polri dapat menjadi jawaban mengenai sosok orang tua kandung dari anak berinisial CA.
"Karena ini sudah final untuk persoalan LM dengan RK, ini udah final, ke depannya bisa lebih baik dan bisa menjadi solusi bersama," ujar pengacara Lisa, John Boy Nababan di Bareskrim Polri, Kamis (7/8).
John mengatakan dari info interogator hasil uji tes DNA itu memerlukan waktu paling sedikitnya 10 hari. Ia berambisi proses uji DNA dapat dilakukan secara ahli dan tidak ada tekanan dari pihak manapun.
"Kita menunggu dan kita tetap meyakini Polisi bekerja ahli untuk menangani masalah perkara tes DNA ini," tuturnya.
Sementara itu, Ridwan Kamil berambisi agar tes DNA nan telah dilakukan bisa menjadi jawaban atas polemik anak nan disebut-sebut Lisa sebagai darah dagingnya.
"Mudah-mudahan tes ini menjadi jawaban dari nan selama ini kami perjuangkan ya," ujarnya.
Ia mengatakan kehadirannya juga sebagai tanggungjawab atas perintah norma nan ada. Tes DNA juga diklaim sudah diminta dirinya sejak lama.
"Jadi kita berinisiatif biar gak berlarut-larut, biar tuntas sehingga masyarakat tidak disuguhi oleh hal-hal nan tidak sepenuhnya perlu dijadikan konsumsi publik, kira-kira begitu," katanya.
Ridwan Kamil sebelumnya melaporkan sendiri Lisa ke Bareskrim Polri mengenai dugaan pencemaran nama baik. Laporan itu dibuat pada Jumat (11/4) lampau dan teregister dengan nomor LP/B/174/IV/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 11 April 2025.
Sementara itu Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) juga telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim Polri atas kasus pencemaran nama baik tersebut.
"Kejati Jabar telah menerima SPDP dari teman-teman interogator Bareskrim Polri. Tercantum pelapornya kerabat MRK. Kejati Jabar menunjuk enam jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan," kata Kasi Penkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, Bandung, Selasa (20/5).
(tfq/isn)
[Gambas:Video CNN]