Kaget Dengar Bejo Meninggal, Uston Nawawi Kenang Momen 2 Kali Juara Di Persebaya

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

carpet-cleaning-kingston.co.uk, Surabaya - Asisten pembimbing Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, terkejut mendengar berita Bejo Sugiantoro meninggal dunia. Dua nama ini merupakan sosok nan menjalani pekerjaan berbareng sejak tetap pemain junior hingga merintis pekerjaan kepelatihan.

Baik Bejo maupun Uston sama-sama memulai pekerjaan sebagai pemain di klub internal Persebaya. Mereka kemudian menembus tim senior di waktu nan sama pula.

"Dia salah satu kawan terbaik saya. Dari sama-sama kita di junior sampe senior, dan mulai melatih. Tentunya saya tadi kaget, lantaran sebelum latihan saya dengar berita itu," ungkap Uston setelah latihan Persebaya di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Selasa (25/2/2025) malam.

Dari info nan dihimpun carpet-cleaning-kingston.co.uk, Bejo rupanya mengikuti agenda fun football berbareng rekan-rekannya di Lapangan SIER, Surabaya, Selasa soew. Sejumlah mantan pemain Persebaya juga ada di agenda tersebut.

Namun, Bejo sempat tidak sadarkan diri di tengah agenda tersebut. Rekan-rekannya nan juga sempat ikut bermain sepak bola mencoba memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke rumah sakit.

Setelah itu, Bejo Sugiantoro dinyatakan meninggal bumi di usia 47 tahun.

Berita Video, Erick Thohir mengumumkan Jordi Cyruff resmi jadi penasihat teknis Timnas Indonesia pada Selasa (25/2/2025)

Yuk gabung channel whatsapp carpet-cleaning-kingston.co.uk untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kaget

Uston Nawawi menyebut sempat bermain fun football juga berbareng Bejo beberapa waktu lalu. Saat itu, Bejo juga bermain penuh seperti biasa dan tidak ada kendala

"Terakhir saya itu main bola di GBT. Terakhir ketika ada fun game di GBT. Ya, dia main full itu, enggak ada masalah. Makanya hari ini tadi saya kaget juga. Ya, umur manusia kita nggak tahu," ucap Uston Nawawi.

"Coach Bejo orangnya disiplin, ketika jadi pemain maupun pelatih. Apalagi dia pemain belakang, tahu sendiri dia nggak mau kalah disitu terus. Orangnya kan ya cukup fight jika bermain dengan segala kelebihannya," imbuhnya.

Pernah Sama-sama Jadi Asisten Pelatih Persebaya

Perjalanan pekerjaan Bejo dan Uston terbilang sangat penuh prestasi. Keduanya sama-sama dua kali membawa Persebaya meraih titel juara Divisi Utama, ialah pada 1996/1997 dan 2004.

Kariernya pun bersambung sebagai pembimbing dengan menangani Persik Kediri pada 2017. Pada 2018, Bejo sempat menjabat sebagai asisten pembimbing Persebaya senior sekaligus pembimbing kepala Persebaya U-19.

Pada 2019, giliran Uston nan menangani Persebaya U-20 hingga menjuarai Elite Pro Academy (EPA) U-20 2019 pada musim tersebut.

Baru pada 2020, keduanya akhirnya bekerja sama sebagai asisten pembimbing Persebaya. Saat itu, tetap ada nama Mustaqim sebagai asisten pembimbing dan Aji Santoso nan menjabat sebagai pembimbing kepala.

Kenangan Tak Terlupakan

Bejo, Aji, dan Mustaqim kemudian hengkang pada 2023. Sedangkan Uston tetap menjadi asisten pembimbing Persebaya hingga sekarang saat berada di bawah komando Paul Munster.

"Kenangan nan gak bisa dilupakan tentunya membawa Persebaya juara dua kali. Bersama beliau Coach Bejo dan sama-sama belajar jadi pelatih," ungkap Uston Nawawi.

"Kami sama-sama jadi asisten pembimbing di Persebaya. Mulai dari EPA, sama Coach Bejo. Mulai dari Epa saya juga seperti itu. Akhirnya di tim senior sama-sama," tuturnya.

Di sisi lain, pekerjaan sebagai pembimbing kepala sempat bersambung menangani Serpong City pada 2023-2024. Pria berjulukan original Soegijantoro itu kemudian berkesempatan menjadi pembimbing kepala Deltras FC di Pegadaian Liga 2 2024/2025.

Di Liga 2, Bejo mengantar Deltras menduduki posisi kedua klasemen akhir babak penyisihan Grup 3 di bawah Persela Lamongan. Sayangnya, The Lobster kandas promosi lantaran ada di posisi ahli kunci babak 8 besar Grup X.