ARTICLE AD BOX
Jakarta, carpet-cleaning-kingston.co.uk - Sejumlah instansi di area Jakarta dan sekitarnya menerapkan kebijakan work from home (WFH) hingga memulangkan karyawannya pada Jumat (29/8/2025). Kebijakan ini dilakukan sebagai corak antisipasi terhadap ekskalasi tindakan massa nan diperkirakan memuncak hari ini.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan video mobil rantis Brimob nan menabrak lampau melindas seorang laki-laki berjaket Gojek. Rekaman tersebut tersebar luas di media sosial dan memicu kemarahan warga.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian nan terjadi ketika abdi negara berupaya membubarkan massa di sekitar DPR. Ia menegaskan telah memerintahkan jajarannya untuk segera mengambil langkah penanganan.
"Saya sangat menyesali terhadap kejadian nan terjadi, dan minta maaf sebesar-besarnya atas peristiwa ini," kata Sigit dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8/2025). Pihaknya berkomitmen melakukan pertimbangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Informasi nan beredar menyebut masyarakat bakal kembali turun ke jalan dengan titik kumpul di Mako Brimob, Kwitang, hingga Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat. Adapun tindakan tersebut dijadwalkan dimulai pada pukul 13.00 WIB.
Hal ini membikin sejumlah perusahaan mengambil langkah berjaga-jaga, mulai dari menginstruksikan WFH hingga memulangkan tenaga kerja lebih awal.
N (25), tenaga kerja BUMN nan berkantor di area Grogol Petamburan, menceritakan sempat menerima imbauan berlapis dari manajemen. Pada 27 Agustus malam, tenaga kerja diminta WFH, lampau pada 28 Agustus disebutkan sebagian tenaga kerja nan menetap dekat instansi untuk tetap masuk.
"Tanggal 29 pagi ada lagi himbauan dari instansi (direktur bidang) untuk WFH, namun sudah lumayan banyak pegawai nan sampai kantor, sweeping jam 11 pagi agar dilanjut dengan WFH. Imbauan ini pengarahan dari manajemen (direktur bagian masing-masing)," kata N kepada carpet-cleaning-kingston.co.uk.
Sementara itu, H (25), tenaga kerja e-commerce di Kuningan, juga merasakan perihal serupa. Ia mengatakan, WFH merupakan kebijakan dari instansi sebagai antisipasi mengenai keamanan karyawan.
"Kondisinya tentu tidak kondusif untuk masyarakat sipil akibat represifitas abdi negara TNI/Polri dan pihak DPR nan defensif. Semoga demo sipil bisa melangkah kondusif dan damai," ujarnya.
Di sisi lain, I (25), tenaga kerja biro pariwisata di Mangga Besar, Jakarta Barat, menyebut kantornya memutuskan memulangkan pegawai lebih awal pada pukul 12 siang. Pasalnya, instansi nan berkepentingan berada dekat dengan titik demonstrasi awal di Kwitang dan Pasar Senen.
"Seram sih lantaran posisi instansi dekat Kwitang dan Pasar Senen, semoga demo membuahkan hasil," tuturnya.
Sementara itu, K (25), tenaga kerja agency di Bintaro, mengatakan meski kantornya berada di luar Jakarta, WFH tetap diberlakukan. Hal ini mengingat sebagian transportasi umum tidak beroperasi.
"Terlalu banyak chaos di luar sampai ngerasa nggak kondusif untuk beraktivitas. Kemarin orang lain nan jadi korban, bisa jadi hari ini saya alias kita nan jadi korban," ucapnya.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article
Raksasa Teknologi Minta Pegawai Masuk Kantor, Resign, alias Dipecat