ARTICLE AD BOX
Pemprov Sumut | carpet-cleaning-kingston.co.uk
Kamis, 07 Agu 2025 18:15 WIB

Jakarta, carpet-cleaning-kingston.co.uk --
Gubernur Bobby Nasution, menyuarakan komitmen keras untuk membebaskan Provinsi Sumatera Utara dari belenggu narkoba.
Dengan semangat bulan kemerdekaan, dia menyerukan agar seluruh komponen pemerintah dan abdi negara penegak norma berasosiasi melakukan langkah nyata dan garang untuk memberantas jaringan narkotika di Sumut. Hal itu disampaikan saat memberi sambutan di sidang paripurna DPRD Sumut dengan agenda pengesahan RPJMD Sumut 2025-2030 di Gedung DPRD Sumut, Kamis (7/8).
"Para pelaku nan terbukti terlibat dalam peredaran narkoba bakal kami eksekusi secara hukum. Tidak ada toleransi. Ini penyakit kronis nan menggerogoti Sumatera Utara bertahun-tahun. Saatnya kita bertindak tegas," ujar Bobby.
(Foto: arsip Pemprov Sumut)
Bobby menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak hanya sebatas seremoni, tapi menjadi momen revolusi moral dalam memerangi narkoba. Ia membujuk DPRD, Forkopimda, serta abdi negara TNI dan Polri untuk bersama-sama menutup ruang mobilitas para pelaku dan menghancurkan pusat-pusat peredaran narkoba nan telah lama dikenal publik.
"Kalau bisa, semua letak nan menjadi sarang narkoba kita bersihkan. Kita musnahkan. Kita tunjukkan bahwa Sumatera Utara bisa merdeka dari narkoba," katanya.
Bobby juga menekankan bahwa upaya pemberantasan tidak cukup hanya di wilayah darat. Menurutnya, banyak jalur masuk narkoba melalui pelabuhan mini dan lintasan ilegal, apalagi hingga wilayah laut nan terhubung ke negara-negara tetangga.
"Pintu-pintu mini nan selama ini jadi jalur masuk dari luar, seperti dari arah Thailand, kudu kita tutup rapat. Tidak boleh ada celah lagi. Kita semua kudu waspada dan bertindak," tambahnya.
(Foto: arsip Pemprov Sumut)
Saat ini, koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) sudah dilakukan secara intensif. Seluruh abdi negara penegak norma disebut telah sepakat untuk bergerak serentak di lapangan dan menutup celah-celah pengedaran narkoba.
"Kita tidak bisa terus-menerus menjadi juara memperkuat dalam perihal kasus narkoba. Ini saatnya Sumut keluar dari stigma itu. Kami sudah sepakat dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan. Semua pintu masuk bakal kita tutup," kata Bobby.
Bobby mengatakan, penanganan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan pencegahan di atas kertas. Pelaksanaan di lapangan pun kudu dilakukan secara kolaboratif, cepat, dan menyeluruh.
"Dari sisi pencegahan, tentu bakal terus dilakukan. Tapi kudu dibarengi dengan tindakan nyata. Ini bukan hanya tugas satu pihak, tapi tugas kita semua," pungkas Bobby.
(rea/rir)
[Gambas:Video CNN]