ARTICLE AD BOX
Jakarta, carpet-cleaning-kingston.co.uk - Bank indonesia (BI) menegaskan bakal tetap berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah kondisi gejolak politik di dalam negeri.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea menegaskan bank sentral bakal terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai nilai esensial dan sistem pasar nan melangkah dengan baik.
"Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen nan moneter terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market," kata Erwin, dalam pernyataannya kepada carpet-cleaning-kingston.co.uk, Jumat (29/8/2025).
Dia memastikan BI terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk memperkuat transmisi penurunan suku kembang dari BI-Rate ke suku kembang pasar duit dan perbankan.
Menurutnya, strategi operasi moneter pro-market diarahkan untuk mendukung peningkatan likuiditas di pasar duit dan perbankan . Likuiditas berada dalam kondisi memadai dan suku kembang menurun sejalan dengan penurunan BI Rate.
"Langkah meningkatkan likuiditas di pasar duit dan perbankan dilaksanakan melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) secara terukur dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," paparnya.
Dia juga menegaskan BI bakal terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk meningkatkan likuiditas dan efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mencapai sasaran inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Dia pun memastikan pergerakan nilai tukar rupiah terjaga stabil didukung kebijakan stabilisasi BI dan berlanjutnya aliran masuk modal asing.
"Perkembangan nilai tukar ini didukung oleh konsistensi kebijakan stabilisasi BI dan berlanjutnya aliran masuk modal asing, terutama ke instrumen SBN dan saham dengan total sekitar Rp 10 triliun pada pekan ini, serta meningkatnya konversi valas ke rupiah oleh eksportir (DHE SDA)," katanya.
Bahkan, dia mengatakan aliran masuk investasi portofolio tersebut sejalan dengan perkembangan pasar finansial dunia nan kondusif tercermin dari indeks DXY nan turun 0,43% ke 97,8 pada tadi malam dan persepsi penanammodal dunia terhadap Indonesia nan tetap positif tercermin dari CDS Indonesia 5 tahun nan stabil dan rendah di sekitar 66 bps.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 4 Pecahan Rupiah Ini Tak Laku Lagi, Segera Tukar Sebelum 30 April